FOR A SUN
alumni SMAN 2 RAMBAH HILIR..mo,masuk lahh
olun regist..regist dlu...
kalau indo..mo poi lah...heheee

“Drama satu babak” di Pekanbaru…

Go down

“Drama satu babak” di Pekanbaru…

Post by Admin on September 13th 2009, 11:58 pm

Pekanbaru adalah kota kedelapan yang saya singgahi bersama tim dalam rangka Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009. Saya meluncur ke Pekanbaru, Kamis (14/5) siang lalu dari Surabaya. Karena mengejar pesawat ke Pekanbaru, maka saya pun tak sempat melihat sampai selesai final lomba debat wilayah Surabaya di studio TVRI Surabaya. Sekitar pukul 18.00 WIB, saya sampai di Pekanbaru dan langsung menuju Hotel Pangeran di Jalan Jend Sudirman.

Esok harinya, di gedung Pustaka (perpustakaan daerah Riau), lomba debat OMASI 2009 wilayah Pekanbaru sekitarnya pun digelar. Seperti di kota-kota lainnya, hari pertama sepenuhnya berlangsung babak penyisihan lomba debat. Empat puluh tim debat dari 25 sekolah tampil seharian penuh di gedung yang berarsitektur bak sebuah buku yang tersingkap bagian tengahnya itu. Pustaka, memang sebuah gedung yang hebat. Bahkan mungkin paling keren dan paten untuk ukuran sebuah gedung perpustakaan daerah. Di lantai satu gedung ini, siapa pun bisa mengakses wi-fi secara gratis. Nah, mantab bukan…???!!! Heheheheheehhee….

Acara OMASI 2009 wilayah Pekanbaru digelar di gedung C. Di sebuah ruang bercorak teater yang cukup megah. Woooooowwww….!!!! Saya haqul yakin, inilah tempat OMASI paling keren dibanding tujuh kota lain yang sudah saya lalui. Apalagi, ssssssssstttttttttt… uang sewanya murah loh. Hiks…!!!!!!!!!!


Pada kategori artikel, tampil 50 peserta dari 23 SMA di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya. Dibanding tahun 2008, OMASI kali ini diikuti lebih banyak peserta loh. Tahun lalu cuma 38 tim debat dari 21 sekolah dan 37 peserta artikel asal 18 SMA dan sederajat. Tak cuma itu, pengamatan saya pribadi, kualitas rata-rata tim debat dan peserta artikel pun kiat meningkat.

Yang mengejutkan, dan ini bukan sebuah rekayasa juri, hasil lomba menulis artikel akhirnya berhasil direbut oleh kaum perempuan lagi. Asal tahu saja, mulai dari Jakarta sampai Surabaya, juara I lomba artikel OMASI 2009 tak satupun digondol kaum adam. Lagi-lagi, di Pekanbaru pun terulang hal yang sama. Adalah Puspita Harapan dari SMAN 11 Pekanbaru yang merebut tiket ke Jakarta pada grand final Juni mendatang mewakili Pekanbaru. Ia berhasil menyisihkan saingan beratnya, Fajar Kurnia asal SMAN 1 Pekanbaru dan Muhammad Fachrurrozi dari SMK Pertanian Terpadu di peringkat 2 dan ketiga.

Artikel Puspita awalnya cuma berada di peringkat kelima, tertinggal dua poin dari Fajar yang menguasai posisi puncak sementara. Namun, pada saat babak presentasi dan dialog dengan dewan juri, Puspita berhasil membalikkan sejarah. Ia mampu melengserkan Fajar ke posisi runner up. Puspita memang tampil brilian di babak ini. Ia mampu mematahkan semua pertanyaan juri dengan argumen yang rasional, fokus, dan cerdas. Kemampuan bicara dia juga menawan. Meski agak cepat tapi presisinya tinggi. Sehingga setiap penjelasannya bisa didengar juri dengan cukup sempurna. Ini yang membedakan dari Fajar yang gaya bicaranya terlalu cepat dan kurang jelas pengucapan kalimat-kalimatnya.

Sementara mereka yang harus puas di posisi keempat hingga 10 lomba menulis artikel adalah Wendy Fitrah (SMAN 2 Rambah Hilir, Rokan Hulu), Timmy Ricardo (SMA Santa Maria Pekanbaru), Triananda Putri (SMAN 8 Pekanbaru), Phinta Tri Sarina (SMAN 1 Tualang, Siak), Jamil Ihsan (SMAN Plus Propinsi Riau), Ryan Alfitra (SMAN Plus Propinsi Riau), dan Melly Eka Riendra (SMAN 1 Tualang, Siak).

Sebelum pembagian hadiah juara lomba artikel disampaikan, sebuah kejadian dramatis pun berlangsung. Awalnya, saya mengindikasi ada sebuah ketidakjujuran pada salah satu peserta lomba menulis artikel. Saya sempat marah-marah di depan audience. Bahkan, kemarahan saya sampai tertumpah kepada panitia lokal yang saya anggap kurang teliti menyeleksi peserta. Erick, sang MC, juga saya marahi. Lalu, saya minta dia memanggil satu-demi satu 10 nominator peserta artikel yang ketika itu sudah menunggu siapa sang pemenang akhir. Ia lalu memanggil Puspita pertama kali.

Saya minta Puspita memberikan pengakuan secara jujur kepada hadirin di ruangan itu, bahwa artikel dia adalah asli buah karya sendiri. Bukan dibuatkan oleh orang lain atau bahkan dibuat oleh guru. Dengan mengucapkan sumpah segala rupa, ia mengumandangkan pengakuan kejujuran yang saya minta itu. Tak lupa, guru pembimbingnya, Fernando, saya minta ikut ke depan, berdiri di samping Puspita, sekaligus memberikan kesaksian tambahan bahwa anak didiknya memang jujur menuliskan artikelnya itu.

Hhhhhhhhhmmmm… Sedari awal OMASI digelar, sejak tahap technical meeting, saya sudah ingatkan di seluruh kota tujuan program, agar jangan sampai ada upaya untuk membohongi panitia dengan membuat artikel yang bikinan orang lain, alias bukan dibuat sendiri. “Haram hukumnya bagi penjiplak…” kata saya dengan sangat tegas ketika itu.

Dan, jika kini di Pekanbaru terindikasi ada peserta yang menulis artikel jiplakan, tentu saya berhak marah. Pun dengan panitia yang lain. Lebih kurang lima menit selama pengakuan Puspita maupun Fernando, suasana ruangan pun hening, penuh ketegangan. Saya lihat, ada sejumlah siswa yang sudah mulai menangis, tidak tahan melihat saya “mengadili” Puspita. Terutama kawan-kawan sekolahnya…

Tak ada urusan buat saya. Yang penting saya harus tahu bahwa naskah dia memang betut-betul original. Di tengah puncak kehehingan itu, Erick pun lalu menghampiri Puspita seraya meneriakkan “Happy birthday to you… Happy birthday…happy birthday… happy birthday to Puspita….” Yaaaaaaaaaa…. Tepat hari ini, Minggu (17/5), Puspita merayakan ultah “sweet seventeen”-nya. Woooooooooowwwwwwwww….!!!!!!!! Keren banget bukan..??? Sehari jelang ia ultah ke-17, hadiah terindah dalam hidupnya pun berhasil digapai. Tiket ke Jakarta mewakili Pekanbaru dalam grand final nasional lomba menulis artikel OMASI 2009.

Byyyyyyyyyyaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrr…..!!!!!!!!!!!!!! Sejurus kemudian, sejumlah teman Puspita yang sudah terisak-isak karena tangis bingung, tegang, takut, dan segala rupa, langsung berlari memeluknya untuk menumpahkan kegembiraan yang awalnya terasa susah dimengerti itu. Saya sendiri hanya tersenyum simpul penuh arti bersama Erick. Oh ya, Erick adalah orang pertama yang tahu skenario “drama satu babak” ini akan saya buat. Selain Yamin, kawan sekantor saya lainnya yang jadi tim OMASI di Pekanbaru ini.

“Inilah cara-cara Pramuka,” kata saya lantang di depan forum. Lantas Erick pun spontan menerikkan aba-aba tepuk pramuka. Maka, membahanalah tepukan pramuka dari floor… Duuuuuuuuuuhhhhhhhh….!!! Jadi romantis gini ya, pikir saya masih senyum-senyum simpul penuh rasa puas dan bahagia.

Happy ending, tentu bagi Puspita. Meski tim debatnya tidak lolos ke final tiga besar. Yang berhasil maju final tiga besar lomba debat di TVRI Pekanbaru hari Minggu (17/5) pagi adalah tim dari SMAN 1 Pekanbaru, SMK Pertanian Terpadu Pekanbaru, dan SMAN 2 Rambah Hilir – Rokan Hulu. Tim SMAN 1 Pekanbaru adalah juara bertahan wilayah ini tahun lalu. Akhirnya pada babak final tersebut, mereka kembali mempertahankan gelar dan berhak melaju ke Jakarta bersama Puspita. Sejak babak penyisihan hingga final di TVRI Pekanbaru, jalannya lomba debat dikendalikan oleh bung Satria Batubara yang menjadi moderatornya.

Tim debat SMAN 1 Pekanbaru yang beranggotakan Dwie Putra Wicaksana, Lili Wijaya, dan Tiodinar Theresia, mampu menyingkirkan tim SMK Pertanian Terpadu yang diperkuat Musyarofah, Nina Waristriana, dan Sri Anita di posisi kedua. Sementara tim SMAN 2 Rambah Hilir yang mengandalkan Anjaswari, Dilika Putri, dan Ika Apriyanti, harus puas di posisi ketiga.Proficiat buat Puspita dan SMAN 1 Pekanbaru. ***



3 paling kanan adalah perwakilan SMAN2 RAMBAH HILIR yang menjadi pemenang ke-3 pada lomba debat..
sumber : http://asmonowikan.wordpress.com/2009/05/17/drama-satu-babak-di-pekanbaru/
avatar
Admin
Admin

Male
Jumlah posting : 108
Age : 30
Lokasi : PANAM UJUNG
Registration date : 16.05.08

Lihat profil user http://forasun.foruml.biz

Kembali Ke Atas Go down

Re: “Drama satu babak” di Pekanbaru…

Post by stick dtc on September 14th 2009, 3:45 am

lumayaann laa...
avatar
stick dtc
SUPER DUPER MODERATOR
SUPER DUPER MODERATOR

Male
Jumlah posting : 28
Age : 31
Lokasi : Pekanbaru
Job/hobbies : soccer
Registration date : 15.09.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: “Drama satu babak” di Pekanbaru…

Post by Aandoni on February 21st 2011, 12:56 pm

wwowo... selamat ya om warix... XB.. ckckckc
avatar
Aandoni

Jumlah posting : 29
Age : 27
Lokasi : Tandun
Registration date : 17.11.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: “Drama satu babak” di Pekanbaru…

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik